5 Sebab Kopi Luwak Halal Dikonsumsi Menurut MUI

Seiring berembusnya pro dan kontra atas status hukum minum kopi luwak, MUI pun lantas memberikan fatwa tahun 2010. Tujuannya agar masyarakat luas mengetahui status kopi luwak yang jelas berdasarkan hukum Islam. Sebagaimana yang termaktub dalam Alqur’an dan Al-Hadits, inilah 5 alasan kenapa kopi luwak dihalalkan.

1. Kopi Luwak Bukanlah Kotoran
Kotoran itu memiliki definisi bukan hanya sekadar keluar dari dalam perut, melainkan harus hancur lebih dulu. Katakanlah mangga, ketika dimakan dan dikunyah, maka bentuknya langsung hancur. Kemudian dihancurkan lagi di dalam perut. Sebelum akhirnya berubah bentuk kotoran secara sempurna ketika dikeluarkan dari dalam tubuh.

Kopi luwak berbeda, sebab luwak tidak bermaksud memakan kopi secara utuh. Dia hanya menginginkan sesuatu yang manis dari kopi (khususnya Arabika dan Robusta). Sedang letak manisnya kopi ada di bagian luar atau di sekitar pembungkus kopi itu sendiri. Akhirnya kopi pun meluncur begitu saja ke dalam perut dan keluar masih dalam bentuk kopi yang utuh.

2. Status Asal Kopi itu Awalnya Memang Halal
Berdasarkan Alqur’an surah Al-A’raf ayat 157, halal-haramnya makanan dan minuman itu tertuang dengan jelas. Makanan dan minuman yang diharamkan meliputi bangkai, darah, babi, dan yang disembelih bukan karena nama Allah. Kopi luwak asalnya merupakan bagian dari tumbuhan halal. Tentu saja untuk mengonsumsinya tidak perlu disembelih.



3. Kopi Luwak Tidak Disajikan dalam Wujud yang Kotor
Dalam ayat tersebut juga menyatakan, bahwa makanan yang kotor itu haram dikonsumsi. Memang benar kalau kopi luwak keluar bersama feses. Namun ketika masih dalam bentuk seperti itu, perajin kopi luwak tidak lantas menyajikan langsung ke pelanggan. Kalau langsung disajikan, tentu status hukumnya jelas haram, karena berwujud kotor.

Apa yang membuat kopi luwak itu halal adalah karena prosesnya. Setelah kopi keluar dari tubuh luwak, lantas dicuci berulang-ulang dan menjadikannya sangat bersih. Kemudian dijemur hingga kandungan airnya menipis. Baru disangrai dan dihancurkan hingga tidak berbau kotoran sama sekali. Inilah yang menjadikan kopi luwak halal.

4. Tidak Ada Dalil yang Mengharamkan Kopi pada Awalnya
Menurut Qaidah Fiqhiyyah (Fikih Islam), ketetapan hukum asal akan bertahan selagi belum berubah bentuk. Pada waktu kopi masih menggantung di pohon, tidak ada dalil satu pun yang mengharamkannya. Jadi, ketika sudah keluar bersama dengan kotoran dan tidak hancur, maka hukumnya tetap dibolehkan.

Hanya saja, ketika statusnya sudah dibolehkan begitu, jangan diubah statusnya dengan klaim haram. Soalnya, ketika Anda sudah tahu makanan itu halal, kemudian gara-gara jijik dan sebagainya itu membuat Anda mengklaim jadi haram, maka statusnya langsung berubah jadi haram. Kesimpulannya, haramnya kopi luwak berada di tangan manusia itu sendiri.

5. Biji Kopi yang Dikeluarkan Luwak Bisa Tumbuh Jadi Pohon
Inilah yang jelas-jelas membedakan antara kotoran dengan yang bukan. Secara umum, ketika makanan atau minuman yang sudah jadi kotoran itu pasti tidak bisa ditanam dan tumbuh. Berbeda dengan kopi luwak. Biji yang dikeluarkan luwak masih sama dengan saat menggantung di pohon. Ketika ditanam pun akan tumbuh selayaknya biji kopi lainnya.

Keadaan ini persis dengan telur ayam. Pada waktu ayam bertelur, benih-benihnya masih berdenyut di dalam cangkang telur. Bukankah telur juga keluar dari saluran yang sama dengan kotoran? Tapi telur bisa menetas dan menjadi generasi ayam selanjutnya. Begitu pula denyut kehidupan dalam kopi yang dikeluarkan dari tubuh luwak.

Kesimpulan bahwa kopi luwak berstatus boleh atau halal sudah disepakati oleh para ulama Nusantara pada tanggal 14 Juli 2010. Oleh karena itu, jangan ragu-ragu ketika Anda hendak mengonsumsi kopi luwak.


Kendati demikian, tentu kita juga tidak harus selalu mengonsumsi kopi luwak setiap hari. Karena kopi luwak itu harganya mahal dan tidak bisa didapatkan di warung-warung kecil pada umumnya. 

5 Sebab Kopi Luwak Halal Dikonsumsi Menurut MUI Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Taufiq Iqbal